Archive for the 'yoga' Category

12
Jun
10

surya namaskara yoga

08
Jun
10

surya namaskara

SURYA NAMASKARA PUJA

Om Mitraaya Namah
Om Ravaye Namah
Om Sooryaya Namah
Om Bhaanave Namah
Om Khagaaya Namah
Om Pooshne Namah
Om Hiranya Garbhaaya Namah
Om Mareechaye Namah
Om Aadityaaya Namah
Om Savitre Namah
Om Arkaaya Namah
Om Bhaaskaraya Namah
Om Sri Savitra Soorya Narayanaaya Namah

Angurip sarwa jiwana, purna bhakti pramana

Angabar mwang gumilang hrdaya.

Sira palungguh dewata diwya pankaja

Dharmaprawira diwyabhawana.

Menghidupkan segala yang hidup, bhakti mereka sempurna

Berkobar dan bersinar cemerlang di hatiku

Dewata yang terhormat bagai teratai yang bersinar

Pelindung dharma, wahai sinar yang berlimpah.

Mengapa Pemujaan kepada Matahari Begitu Penting?

Tradisi Hindu sangat beragam. Tradisi ini biasanya terkait dengan peristiwa tertentu di masa lampau, seperti kisah kelahiran Ganesha yang diperingati setiap hari keempat sasih Kapat, Mahashivaratri yang jatuh pada hari keempat belas krsnapaksa sasih Kapitu, serta Dipavali setiap tahun untuk menghormati Ganesha, Sarasvati, dan Laksmi. Hampir seluruh hari suci dan ritual umat Hindu didasarkan kepada peristiwa tertentu di masa lampau, namun tidak sedikit upacara yang dilakukan sebagai pengejawantahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti apa saja jenis upacara tersebut?

Salah satu ritual yang penting dalam Hindu adalah ritual Surya Namaskara Puja. Kata ini diambil dari Bahasa Sanskrit yang berarti puja penghormatan kepada matahari. Ritual ini dilakukan setiap pagi oleh orang-orang Hindu di Tanah India dengan mempersembahkan air berisi bunga-bungaan segar kepada matahari.

Mengapa pemujaan ini begitu penting?

Matahari adalah sumber energi terbesar di tata surya. Matahari memeiliki gravitasi yang sanggup membuat kedelapan planet serta ribuan meteorit dan komet beredar teratur mengelilinginya. Sinar matahari yang terang dan panas menembus atmosfer bumi dan menjadi bgian vital dalam mendukung kelangsungan kehidupan para makhluk di bumi. Matahari juga yang membuat penyaluran energi dalam rantai makanan berlangsung.

Matahari juga dipuja dalam Veda sebagai Surya yang cemerlang. Ia dikatakan mengendarai sebuah kereta beroda satu yang ditarik tujuh ekor kuda putih. Oleh karena itu Ia disebut Ekacakra Ratha. Kusir Dewa Surya adalah Aruna, kakak burung ilahi garuda, tunggangan Visnu yang memiliki tubuh tidak normal karena dilahirkan secara paksa. Aruna inilah yang bersinar merah di pagi hari tepat sebelum matahari terbit.

Veda menguraikan ada dua belas aspek matahari dengan fungsi-fungsi yang berbeda. Kedua belas aspek itu adalah:

  1. Mitra                : Ia sebagai sinar persahabatan universal.
  2. Rawi                : Ia sebagai sinar yang mengandung kekuatan.
  3. Surya               : Ia sebagai sinar pemusnah kegelapan dan kebodohan.
  4. Bhanu               : Ia sebagai sumber cahaya.
  5. Khaga              : Ia sebagai sinar yang menembus segalanya.
  6. Pusa                 : Ia sebagai sinar mistis dari api suci.
  7. Hiranyagarbha  : Ia sebagai sinar penyembuh berwarna keemasan.
  8. Marici              : Ia sebagai sinar halus di pagi dan senja hari.
  9. Aditya              : Ia sebagai sinar dari para guru suci; juga adalah aspek dari
    Wisnu.
  10. Sawitra : Ia sebagai sinar yang mencerahkan.
  11. Arka                : Ia sebagai sinar yang menghancurkan kecemasan dan ketakutan.
  12. Bhaskara          : Ia sebagai sinar dari kecerdasan.

Jadi, jelaslah matahari begitu penting sehingga mendapat kedudukan khusus dalam ayat-ayat mantra Veda. Mantram Gayatri yang kita kenal adalah salah satu mantra yang ditujukan kepada matahari (Surya).
Mengapa mempersembahkan air?

Sudah bukan zamannya lagi tradisi anak mula keto (walaupun tidak semua pertanyaan harus memerlukan jawaban secara sains) berlaku di era sekarang. Terkait dengan persembahan air kepada matahari, apakah Dewa Surya selalu haus karena ia sangat panas? Atau ia ingin mengurangi intensitas sinarnya dengan mandi? Tentu saja tidak.

Matahari merupakan ayah agung bagi semua makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan di muka bumi. Mempersembahkan air kepada matahari merupakan wujud bhakti yang tulus. Secara biologis, air adalah sumber utama kehidupan. Gabungan antara air dan matahari akan menciptakan kehidupan dalam air itu. Coba saja Anda menaruh segelas air di bawah etrik matahari selama beberapa hari. Dalam gelas akan muncul serat-serat hijau yang merupakan lumut chlorella. Air juga mengatur sistem kehidupan di bumi dan juga sistem biologis di tubuh kita.

Alasan lain mengapa kita mempersembahkan air adalah terkait dengan konsep pembiasan cahaya. Air yang dijatuhkan pada saat persembahan akan menjadi titik-titik kecil yang membiaskan sinar matahari menjadi tujuh warna. Ketujuh biasan itu dipercaya dapat menghancurkan bakteri dan penyakit, selain itu, ketujuh warna melambangkan warna-warna kehidupan.
Bagaimana ber-Surya Namaskara Puja?

Langkah pertama untuk ini adalah bangun pagi-pagi! Sastra menganjurkan kita untuk bangun sebelum matahari terbit. Persiapkanlah bejana, sebaiknya yang tidak berbahan tanah liat. Lebih baik jika memakai bejana tembaga, emas, perak, atau kuningan. Isilah bejana dengan air bersih (bukan tirtha), lalu berdirilah menghadap ke timur (ke arah matahari), atau ke barat pada sore hari. Tuangkan air perlahan-lahan dari ketinggian setinggi dahi. Lihat dan konsentrasi kepada matahari yang terbias melalui cucuran air itu.

Sastra menganjurkan bahwa sembari menuangkan air, seluruh nama matahari harus disebutkan. Ada satu mantra yang diambil dari Gayatri Sadhana untuk pemujaan matahari:

Aum Sri savitre surya narayanaya namah

Mitra Ravi Surya Bhanu Khaga

Pusa Hiranyagarbha Maricyaditya

Savitrarka Bhaskarebhyo namo namah.

Setelah itu, kita dapat melantunkan mantra-mantra lain seperti Aum loka samasta sukhino bhavantu, sarva jana sukhino bhavantu. Untuk kedua orang tua kita dengan mantra: Aum svasti maata uta pitra no astu, svasti gobhyo jagate purusebhyah.

Semoga bermanfaat.

(dari berbagai sumber)




Juni 2017
S S R K J S M
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930